TUJUAN
Mengetahui cara mengkofigurasi static routing
Mengetahui apa itu routing
DASAR TEORI
Routing dari kata route yang artinya rute/ jalur. Jadi, routing adalah suatu proses mengirimkan paket dari satu network ke network lain / dari source ( sumber ) ke destination ( tujuan ). Nah, untuk mengirim data ke destination dibutuhkan yang namanya routing, dengan routing, data yang dikirim akan melewati jalur yang terbaik. Perangkat yang digunakan dalam routing adalah router.
Router menyaring (filter) lalu lintas data. Penyaringan dilakukan bukan dengan melihat alamat paket data, tetapi dengan menggunakan protokol tertentu. Router muncul untuk menangani perlunya membagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Kita akan menggunakan router ketika akan menghubungkan jaringan komputer ke jaringan lain, baik jaringan pribadi (LAN/WAN) atau jaringan publik (Internet).
Diperlukan adanya router untuk melakukan routing di dalam jaringan, dimana router membutuhkan informasi-informasi sebagai berikut:
• Alamat Tujuan/Destination Address
• Tujuan atau alamat item yang akan dirouting Mengenal sumber informasi
• Dari mana sumber (router lain) yang dapat dipelajari oleh router dan memberikan jalur sampai ke tujuan.
• Menemukan rute – Rute atau jalur mana yang mungkin diambil sampai ke tujuan. Pemilihan rute – Rute yang terbaik yang diambil untuk sampai ke tujuan.
• Menjaga informasi routing, Suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan yang sudah diketahui dan paling sering dilalui.
Analogi :
Misalkan kita berada pada persimpangan jalan, mungkin kita akan merasa bingung jika tidak ada petunjuk jalan, di setiap persimpangan jalan (router) seharusnya ada petunjuk jalan supaya orang tidak bingung dan tersesat. Untuk jalan yang rumit dan berputar-putar tidaklah cukup jika menggunakan static routing. Tentunya kita akan merasa bingung jika disetiap persimpangan kita harus bertanya pada orang apalagi kepada orang yang tidak tahu. Oleh karena itu disini diperlukan dynamic routing, analoginya seperti ada polisi yang membawa HP/ smartphone dan memberikan jalur mana saja yang bisa dilewati. Polisi akan selalu koordinasi beberapa kali sehari, agar jika ada jalan yang macet, ada tabrakan, ada pohon rubuh, polisi akan segera meng-update petunjuk jalan yang lain.
Untuk menuju ke destination/ tujuan dibutuhkan routing didalam routing itu ada yang namanya tabel routing. Tabel routing itu ada 2 cara konfigurasi, yaitu :
1. Static Routing (termasuk default routing ), mengkonfigurasi ( memasukan route ke tabel routing ) secara manual.
Dalam static routing, network administrator memasukkan route ke tabel routing secara manual untuk menuju ke spesific network. Konfigurasi harus diupdate secara manual setiap terjadi perubahan topologi.
• Static Routing mempunyai Administrative Distance (AD) 1 sehingga akan lebih dipilih daripada dynamic routing.
• Konfigurasi dan maintenance yang memakan waktu
• Tidak cocok untuk network skala besar.
• Untuk jaringan kecil yang tidak akan terjadi perubahan topologi secara signifikan
Default routing sebenarnya masuk dalam static routing. Biasa digunakan untuk routing ke internet. Pada tabel routing, default routing selalu berada paling bawah dan selalu menjadi last preferred (pilihan terakhir).
2. Dynamic Routing, mengkonfigurasi dengan protokol routing
Dynamic router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.
Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan yang sama maka perlu digunakan dynamic routing. Sebuah dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh protokol routing. Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Pemeliharaan jalur dilakukan berdasarkan pada jarak terpendek antara device pengirim dan device tujuan.
• Kelebihan menggunakan Routing static
Meringankan kinerja processor router tidak ada bandwidth yang digunakan untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket.
Routing statis lebih aman dibandingkan routing dinamis, Routing Statis kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffic.
• Kekurangan Menggunakan routing static
Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan
hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil
Admisnistrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual rentan terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan secara manual.
• Kelebihan dynamic routing
Cocok untuk area besar/luasHanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya.
Bila terjadi penambahan suatu network baru tidak perlu semua router dikonfigurasi, hanya router yang berkaitan sajaRouter secara otomatis berbagi informasi
Routing table dibuat secara dinamikTidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada
Administrator tidak ikut campur tangan.
• Kekurangan dynamic routing
Beban kerja router menjadi lebih berat karena selalu memperbarui IP Table pada setiap waktu tertentu
Kecepatan pengenalan dan kelengkapan IP Table terbilang lama karena router membroadcast ke semua router lainnya sampai ada yang cocok sehingga setelah konfigurasi harus menunggu beberapa saat agar setiap router mendapat semua alamat IP yang ada.
ALAT & BAHAN
• Alat yang digunakan : 1 unit PC/Laptop
• Bahan yang diperlukan : Software CISCO Packet Tracer
LANGKAH KERJA
• Siapkan 1 unit PC/Laptop yang sudah terinstal aplikasi CISCO Packet Tracer.
• Lalu jalankan aplikasinya.
• Disini saya akan mengkonfigurasi static routing, buat topologi seperti pada gambar dibawah ini
Pilih router generic
Gunakan kabel serial
• Lalu konfigurasi IP di router yang pertama ( router yang pertama, yang paling kiri )
Catatan :
# IP address router 1 port serial 2/0 : 10.0.0.1 subnet : 255.255.255.252 ( karena disini user yang diperlukan hanya sedikit )
# no shutdown : untuk mengaktifkan port yang ada di router.
# mengaktifkan port serial 2/0 saja, karena port yang digunakan pada router 1 hanya 1.
• Lalu konfigurasi router yang kedua ( router yang di tengah )
Catatan :
# IP address router 2 port serial 2/0 : 10.0.0.2 subnet : 255.255.255.252
# IP address router 2 port serial 3/0 : 11.0.0.2 subnet : 255.255.255.252
# mengaktifkan port serial 2/0 dan 3/0.
• Lalu konfigurasi juga router 3 ( yang paling kanan )
Catatan :
# IP address router 3 port serial 3/0 : 11.0.0.1 subnet : 255.255.255.252
• Setelah di konfigurasi maka sekarang network id/ jalur network sudah tersedia
Catatan :
# konfigurasi di router 1 ( paling kiri )
# ip route 11.0.0.0 255.255.255.252 10.0.0.2
11.0.0.0 : merupakan tujuan
10.0.0.2 : merupakan jalur/ rute yang dilewati
• Lakukan hal yang sama terhadap router 3 ( yang paling kanan ) seperti router 1
Catatan :
# konfigurasi di router 1 ( paling kiri )
# ip route 10.0.0.0 255.255.255.252 11.0.0.2
10.0.0.0 : merupakan tujuan
11.0.0.2 : merupakan jalur/ rute yang digunakan
• Setelah itu kita coba kirim pesan dari router 1 ke router 3
Hasilnya berhasil mengirimkan pesan dari router 1 ( Router4 ) ke router 3 ( Router6 )
“ Contoh diatas merupakan contoh paling sederhana dari routing khususnya static routing, oleh teman – teman bisa lebih dikembangkan lagi “
*Sekian pembahasan kali ini, mohon maaf apabila ada kesalahan penggunaan kata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar