Jumat, 25 Agustus 2017

Standar Internet

                                                    
Dalam teknik jaringan komputer, Standar Internet (disingkat "STD") adalah spesifikasi normatif teknologi atau metodologi yang berlaku ke Internet. Standar Internet diciptakan dan diterbitkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF).

                Internet Engineering Task Force (IETF) merupakan organisasi paling teratas yang berfungsi untuk mempromosikan internet dan menyetujui protocol-protocol yang akan digunakan sebagai standard protocol di internet dan bertanggung jawab dalam teknologi internetworking beserta aplikasi-aplikasinya.

                SOC berdiri pada tahun 1992 yang dikomandani oleh Vinton G. Cerf (penemu konsep TCP/IP dan Bapak Internet). Informasi lengkap tentang ISOC ini dapat diperoleh pada websitenya www.isoc.org

               Internet Architecture Board (IAB) merupakan badan penasehat bagi ISOC dalam memutuskan suatu standard yang akan diterapkan di Internet. Informasi lengkapnya bisa diperoleh di www.iab.org

                Internet Assigned Numbers Authority (IANA) adalah unit kerja yang berada di bawah IAB yang bertugas untuk mengatur masalah IP Address, DNS, dan registrasi protocol dan penomoran lainnya yang berlaku pada IP. IANA juga mendelegasikan beberapa wewenang ke beberapa unit kerja yang berada di bawahnya, seperti Internic, ICANN, Apnic, ARIN dan lain-lain. Anda dapat mengunjungi websitenya dengan alamat www.iana.org
                Internet Research Task Force (IRTF) adalah unit kerja yang berada di bawah IAB yang bertugas untuk melalukan penelitian-penelitian terhadap protocol internet, aplikasi, arsitektur dan teknologi internet, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang serta mempromosikan hasil-hasil penelitian tersebut. Silahkan kunjungi websitenya dengan alamat www.irtf.org
Internet Engineering Task Force adalah unit kerja yang berada di bawah IAB yang terdiri dari orang-orang yang berkonsentrasi untuk mengembangkan aplikasi dan arsitektur internet kedepannya. Salah satu tugasnya adalah menerbitkan RFC (request for comment) atas suatu protocol atau standard yang diusulkan oleh seseorang untuk dikomentari oleh publik atas persetujuan dari IAB. 


  • Badan Pengatur Internet.



Ada 4 Badan yang bertanggung jawab dalam mengatur, mengontrol serta melakukan standarisasi protokol yang digunakan di Internet, yaitu Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), Internet Engineering Task Force (IETF), dan Internet Research Task Force (IRTF).
1. Internet Society (ISOC) adalah badan personal yang mendukung, memfasilitasi, serta mempromosikan pertumbuhan internet. Sebagai Infrastruktur komunikasi global untuk riset, badan ini juga berurusan dengan aspek sosial dan politik dari jaringan internet.
2. Internet Architecture Board (IAB) adalah badan koordinasi dan penasehat teknis bagi Internet Society (ISOC). Badan ini bertindak sebagai review teknik dan editorial akhir semua standar internet. Badan ini memiliki otoritas untuk menerbitkan dokumen standar internet yang dikenal dengan Request For Comment (RFC). Tugas lain dari badan ini ialah mengatur angka-angka dan konstanta yang digunakan dalam protokol internet seperti nomor port, tipe hardware, ARP (Address Resolution Protocol), dll. Tugas ini dilegalasikan ke lembaga yang disebut IANA (Internet Assigned Numbers Authority).
3. Internet Engineering Task Force (IETF) ialah badan yang berorientasi untuk membentuk standar Internet. Badan ini dibagi menjadi sembilan kelompok kerja (misalnya aplikasi, routing dan addressing, keamanan komputer) dan bertugas menghasilkan standar-standar internet. Untuk mengarur kerja badan ini, dibentuk badan Internet Engineering Steering Group (ISEG).
4. Internet Research Task Force (IRTF) memiliki orientasi pada riset-riset jangka panjang.



  • Proses Standardisasi


Menjadi standar adalah proses dua langkah dalam IETF disebut Usulan Standar dan Standar Internet. Jika RFC adalah bagian dari proposal yang ada di Standard Track, maka pada tahap pertama, standar diusulkan dan kemudian organisasi memutuskan apakah akan menerapkan Standar Usulan ini. Setelah kriteria dalam RFC 6410 terpenuhi (dua implementasi terpisah, digunakan secara luas, tidak ada ralat dll), RFC dapat maju ke Internet Standard.

Standar Internet Proses didefinisikan dalam beberapa "Best Practice Current" dokumen, terutama BCP 9 (saat ini RFC 2026 dan RFC 6410). Ada tiga sebelumnya tingkat kematangan standar Usulan Standar, Draft Standar dan Standar. RFC 6410 mengurangi ini untuk dua tingkat kematangan.

Usulan Standar

Sebuah Usulan Standar (PS) umumnya stabil, telah memutuskan pilihan desain dikenal, diyakini dipahami, telah menerima ulasan masyarakat yang signifikan, dan muncul untuk menikmati minat masyarakat cukup untuk dianggap berharga. Namun, pengalaman lebih mungkin mengakibatkan perubahan atau bahkan pencabutan spesifikasi sebelum kemajuan. Biasanya, baik pelaksanaan maupun pengalaman operasional diperlukan.

Draft Standar

Pada bulan Oktober 2011 RFC 6410 pada dasarnya menggabungkan Internet tingkat kematangan Standard ketiga untuk Standar Internet masa depan ini kedua dan. Ada Standar Draft tua mempertahankan klasifikasi itu. The IESG dapat mereklasifikasi sebuah Draft Standar tua Usulan Standar setelah dua tahun (Oktober 2013).

Internet Standard

Standar Internet ditandai dengan tingkat tinggi kematangan teknis dan oleh keyakinan umum bahwa protokol atau layanan tertentu memberikan manfaat yang signifikan kepada komunitas internet. Umumnya Standar Internet menutupi interoperabilitas sistem di internet melalui mendefinisikan protokol, format pesan, skema, dan bahasa. Yang paling mendasar dari Standar Internet adalah orang-orang mendefinisikan Internet Protocol.

Standar Internet memastikan bahwa perangkat keras dan perangkat lunak yang dihasilkan oleh vendor yang berbeda dapat bekerja sama. Memiliki standar membuat lebih mudah untuk mengembangkan perangkat lunak dan perangkat keras yang menghubungkan jaringan yang berbeda karena perangkat lunak dan perangkat keras dapat dikembangkan satu lapisan pada suatu waktu. Biasanya, standar yang digunakan dalam komunikasi data disebut protokol.

Semua Standar Internet diberi nomor dalam seri STD - Dokumen pertama dalam seri ini, STD 1, menggambarkan dokumen yang tersisa dalam seri, dan memiliki daftar Standar Usulan.




sumber : http://tkj-komdat.blogspot.co.id
               http://fa-sharing.blogspot.co.id

Kamis, 24 Agustus 2017

Studi Kasus Virtual Local Area Network ( VLAN ) dengan 5 Segmen di CISCO Packet Tracer

Studi Kasus Virtual Local Area Network ( VLAN ) dengan 5 Segmen di CISCO Packet Tracer

TUJUAN

Memahami dan dapat membuat Virtual Local Area Network ( VLAN )

DASAR TEORI

  •    Pengertian VLAN


Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang di konfigurasikan ( menggunakan perangkat lunak pengelolaan ) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda.

Prinsip utama sebuah LAN adalah, semua device/perangkat yang berada pada satu LAN berarti berada pada satu broadcast domain.

                Tanpa VLAN, sebuah switch akan menganggap semua interface (port)nya berada pada satu broadcast domain; dengan kata lain, semua komputer yang terhubung ke switch tersebut berada pada satu LAN yang sama. Dengan VLAN, switch bisa meletakkan beberapa interface ke dalam satu broadcats domain dan beberapa interface lain yang lain ke dalam broadcast domain lain yang berbeda, sehingga tercipta multiple broadcast domain. Masing-masing broadcast domain yang dibuat oleh switch inilah yang kita sebut VLAN.
  •           Beberapa keuntungan penggunaan VLAN antara lain:

1.       Security – keamanan data dari setiap divisi dapat dibuat tersendiri, karena segmennya bisa dipisah secara logika. Lalu lintas data dibatasi segmennya.

2.       Cost reduction – penghematan dari penggunaan bandwidth yang ada dan dari upgrade perluasan network yang bisa jadi mahal.

3.       Higher performance – pembagian jaringan layer 2 ke dalam beberapa kelompok broadcast domain yang lebih kecil, yang tentunya akan mengurangi lalu lintas packet yang tidak dibutuhkan dalam jaringan.

4.       Broadcast storm mitigation – pembagian jaringan ke dalam VLAN-VLAN akan mengurangi banyaknya device yang berpartisipasi dalam pembuatan broadcast storm. Hal ini terjadinya karena adanya pembatasan broadcast domain.

5.       Improved IT staff efficiency – VLAN memudahkan manajemen jaringan karena pengguna yang membutuhkan sumber daya yang dibutuhkan berbagi dalam segmen yang sama.

6.       Simpler project or application management – VLAN menggabungkan para pengguna jaringan dan peralatan jaringan untuk mendukung perusahaan dan menangani permasalahan kondisi geografis.

Untuk memberi identitas sebuah VLAN digunakan nomor identitas VLAN yang dinamakan VLAN ID. Digunakan untuk menandai VLAN yang terkait. Dua range VLAN ID adalah:
  •  Normal Range VLAN (1 – 1005)

-          digunakan untuk jaringan skala kecil dan menengah.
-          Nomor ID 1002 s.d. 1005 dicadangkan untuk Token Ring dan FDDI VLAN.
-          ID 1, 1002 – 1005 secara default sudah ada dan tidak dapat dihilangkan.
-          Konfigurasi disimpan di dalam file database VLAN, yaitu vlan.dat. file ini disimpan dalam memori flash milkik switch.

-          VLAN trunking protocol (VTP), yang membantu manaejemn VLAN, nanti dipelajari di bab 4, hanya dapat bekerja pada normal range VLAN dan menyimpannya dalam file database VLAN.
  •            Extended Range VLANs (1006 – 4094)

-          memampukan para service provider untuk memperluas infrastrukturnya kepada konsumen yang lebih banyak. Dibutuhkan untuk perusahaan skala besar yang membutuhkan jumlah VLAN lebih dari normal.
-          Memiliki fitur yang lebih sedikit dibandingakn VLAN normal range.
-          Disimpan dalam NVRAM (file running configuration).
-          VTP tidak bekerja di sini..
  •  Switch catalys 2960 mendukung 255 normal range dan extended range.

  •     Berikut ini diberikan beberapa terminologi di dalam VLAN.

a.            VLAN Data

VLAN Data adalah VLAN yang dikonfigurasi hanya untuk membawa data-data yang digunakan oleh user. Dipisahkan dengan lalu lintas data suara atau pun manajemen switch. Seringkali disebut dengan VLAN pengguna, User VLAN.

b.           VLAN Default

Semua port switch pada awalnya menjadi anggota VLAN Default. VLAN Default untuk Switch Cisco adalah VLAN 1. VLAN 1 tidak dapat diberi nama dan tidak dapat dihapus.

c.            Native VLAN

Native VLAN dikeluarkan untuk port trunking 802.1Q. port trunking 802.1Q mendukung lalu lintas jaringan yang datang dari banyak VLAN (tagged traffic) sama baiknya dengan yang datang dari sebuah VLAN (untagged traffic). Port trunking 802.1Q menempatkan untagged traffic pada Native VLAN.

d.           VLAN Manajemen

VLAN Manajemen adalah VLAN yang dikonfigurasi untuk memanajemen switch. VLAN 1 akan bekerja sebagai Management VLAN jika kita tidak mendefinisikan VLAN khusus sebagai VLAN Manajemen. Kita dapat memberi IP address dan subnet mask pada VLAN Manajemen, sehingga switch dapat dikelola melalui HTTP, Telnet, SSH, atau  SNMP.

e.           VLAN Voice

VLAN yang dapat mendukung Voice over IP (VoIP). VLAN yang dikhusukan untuk komunikasi data suara.
  •  Terdapat 3 tipe VLAN dalam konfigurasi, yaitu:


a.       Static VLAN – port switch dikonfigurasi secara manual.

Konfigurasi:

SwUtama#config Terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
SwUtama(config)#VLAN 10
SwUtama(config-vlan)#name VLAN_Mahasiswa
SwUtama(config-vlan)#exit
SwUtama(config)#Interface fastEthernet 0/2
SwUtama(config-if)#switchport mode access
SwUtama(config-if)#switchport access VLAN 10

b.      Dynamic VLAN – Mode ini digunakan secara luas di jaringan skala besar. Keanggotaan port Dynamic VLAN dibuat dengan menggunakan server khusu yang disebut VLAN Membership Policy Server (VMPS). Dengan menggunakan VMPS, kita dapat menandai port switch dengan VLAN? secara dinamis berdasar pada MAC Address sumber yang terhubung dengan port.

c.       Voice VLAN – port dikonfigurasi dalam mode voice sehingga dapat mendukung IP phone yang terhubung.

Konfigurasi:

SwUtama(config)#VLAN 120
SwUtama(config-vlan)#name VLAN_Voice
SwUtama(config-vlan)#exit
SwUtama(config)#Interface fastEthernet 0/3

SwUtama(config-if)#switchport voice VLAN 120

  •               VLAN Trunk Protocol ( VTP )


VLAN Trunk Protocol (VTP) adalah protokol yang memberitahukan informasi tentang vlan-vlan yang ada dari satu switch keswitch yang lainnya. VTP memudahkan proses konfigurasi secara otomatis antar sesama switch.Bayangkan, jika sebuah network memiliki puluhan switch yang saling terhubung. Setiap switchmenggunakan minimal sebuah port yang ditempatkan pada satu VLAN. VTP bekerja pada layer 2. Ada 3 mode VTP yang disediakan, yaitu:

# Server mode
# Client mode
#Transparent mode

Konfigurasi VLAN harus dilakukan pada switch server. Sementara switch-switch lain (client mode) akan menyesuaikan konfigurasinya secara otomatis dengan server.

VTP v2

               VTP v2 tidak banyak berbeda dari VTP v1, perbedaan utama dari VTP v2 yaitu memperkenalkan dukungan vlan token ring.

Syarat agar fitur VTP berfungsi:
# Switch-switch harus memiliki VTP domain yang sama.
# Menggunakan trunk ISL atau 802.1.q.
# Jika konfigurasi dilakukan pada beberapa switch, maka switch-switch tersebut harus memiliki password yang sama.


Contoh Konfigurasi VTP :

Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk

  • IEEE 802.1Q, atau VLAN Tagging, adalah sebuah jaringan yang ditulis oleh standar IEEE 802.1 mengizinkan beberapa workgroup bridge jaringan untuk berbagi transparan link jaringan fisik yang sama tanpa kebocoran informasi antara jaringan. IEEE 802.1Q — along with its shortened form dot1q — is commonly used to refer to the encapsulation protocol used to implement this mechanism over Ethernet networks. IEEE 802.1Q - bersama dengan bentuk singkatdot1q - biasanya digunakan untuk merujuk pada enkapsulasi protokol yang digunakan untuk menerapkan mekanisme ini melalui Ethernet jaringan.

      IEEE 802.1Q mendefinisikan arti dari sebuah Virtual LAN (VLAN) yang berkaitan dengan model konseptual tertentu yang mendukung bridging pada lapisan MAC dan pohon 802.1Dspanning IEEE protokol. IEEE 802.1Q mendefinisikan arti dari sebuahVirtual LAN (VLAN) yang berkaitan dengan Model Konseptual Tertentu yang mendukung bridging pada lapisan MAC dan ke 802.1D IEEEprotokol spanning tree. Protokol ini memungkinkan untuk setiap VLAN untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dengan menggunakan sebuah switch dengan kemampuan lapisan-3, atau router. Protokol ini memungkinkan untuk setiap VLAN untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dengan Menggunakan sebuah saklar dengan lapisan-3 kemampuan, atau router.


  •          Trunking VLAN dengan 802.1Q


               Jika menggunakan vlan dalam jaringan yang mempunyai beberapa switch yang saling berhubungan antar VLAN, maka dibutuhkan VLAN trunk. Switch memerlukan cara untuk mengidentifikasi VLAN dari mana frame tersebut dikirim saat mengirim sebuah frame ke switch lain. VLAN trunking mengizinkan switch memberikan tagging setiap frame yang dikirim antar switch sehingga switch penerima mengetahui termasuk dari VLAN mana frame tersebut dikirim. Beberapa VLAN yang mempunyai lebih dari satu switch dapat didukung dengan adanya VLAN trunking.Ilustrasi:Misal, saat Switch1 menerima sebuah broadcast dari sebuah piranti didalam VLAN1, ia perlu meneruskan broadcast ke SwitchB. Sebelum mengirim frame, SwitchA menambahkan sebuah header kepada frame Ethernet aslinya; heder baru tersebut mengandung informasi VLAN didalamnya. Saat SwitchB menerima frame tersebut, ia mengetahui dari headernya bahwa frame tersebut berasal dari piranti pada VLAN1, maka SwitchB mengetahui bahwa ia seharusnya meneruskan broadcast frame hanya kepada port2 pada VLAN1 saja dari Switch tersebut.Switch yang mendukung dua VLAN trunking protokol yang berbeda, Inter-switch link (ISL) dan IEEE 802.1Q.Encapsulation: proses transmisi lalu lintas jaringan yang menggunakan satu protokol jaringan dengan mengemasnya ke dalam protokol jaringan lain.



ALAT & BAHAN
·         Alat yang digunakan : 1 unit PC/Laptop
·         Bahan yang diperlukan : Software CISCO Packet Tracer

LANGKAH KERJA

Disini saya akan membuat VLAN dengan 5 Segmen, 5 segmen itu antara lain :

1.       VLAN 10 = SISWA, terdiri dari 5 PC
2.       VLAN 20 = GURU, terdiri dari 5 PC
3.       VLAN 30 = TATA USAHA, terdiri dari 5 PC
4.       VLAN 40 = KANTIN, terdiri dari 4 PC
5.       VLAN 50 = SECURITY, terdiri dari 3 PC


·         Siapkan 1 unit PC/Laptop yang sudah terinstal aplikasi CISCO Packet Tracer.
·         Lalu jalankan aplikasinya.
·         Setelah dijalankan, kita akan melihat beberapa perangkat jaringan misal, hub, switch, router dll.
·         Pertama, masukkan switch, saya menggunakan switch dengan type 2960. Seperti pada gambar dibawah ini

                      
                Kenapa  type 2960 ? karena switch type 2960 memiliki 24 port Fast Ethernet dan 2 port Gigabit Ethernet, saya disini menggunakan switch type ini karena, saya akan membuat VLAN yang Usernya ( PC ) agak banyak.

·         Lalu, masukkan PC juga. PC ini digunakan untuk mengkonfigurasi switch, sehingga menghubungkan PC dan switch menggunakan kabel console, lihat gambar dibawah

                                     



 

Ingat saat menghubungkan PC dengan switch menggunakan kabel console, gunakan port RS 232 pada PC dan port console pada switch, seperti pada gambar diatas.

·         Setelah itu, masukkan PC lagi dan hubungkan dengan switch menggunakan kabel UTP jenis Straight, lihat gambar dibawah

               
             


                Hubungkan kabel straight ke PC1 pada port fast ethernet 0 dan hubungkan juga kabel straight ke switch pada port fast ethernet 0/1 (lihat gambar diatas ), lakukan hal tersebut sampai semua PC yang dibutuhkan dimasukkan ( saya menggunakan 22 PC ), dan lakukan secara berurutan agar mempermudah saat proses membuat VLAN nya nanti, misal PC1 dihubungkan dengan fast ethernet 0/1, PC2 dihubungkan dengan fast ethernet 0/2, begitu seterusnya sampai terbentuk topologi seperti pada gambar dibawah ini




·         Konfigurasi  IP Address dari PC1 – PC22 dengan Network ID yang sama, saya menggunakan IP Class C yaitu, 192.168.55.1 – 192.168.55.22, lihat gambar dibawah




·         Setelah konfigurasi IP, sekarang saya akan mencoba test ping dari PC1 ke PC22, lihat hasilnya pada gambar dibawah


Hasilnya berhasil, PC1 dan PC22 saling terhubung sehingga masih dalam 1 jaringan. Disinilah kenapa saya akan membuat VLAN, PC1 akan saya masukkan ke VLAN 10 = SISWA jadi, hanya siswa saja yang bisa mengakses, PC22 akan saya masukkan ke VLAN 50 = SECURITY jadi, hanya security saja yang bisa mengakses. Fungsi VLAN adalah mengsegmentasi LAN jadi, walaupun hanya dengan 1 switch tetapi, 1 switch itu bisa membuat beberapa LAN lagi sehingga mengurangi terjadinya tabrakan IP dan juga mengurangi terjadinya bottleneck/ kemacetan arus data. Fungsi dari VLAN juga adalah sebagai pengamanan privasi, misal VLAN 10 = SISWA tidak akan bisa mengakses VLAN 50 = SECURITY, begitu pula sebaliknya. Lalu, VLAN juga bisa menghemat biaya pembuatan jaringan, dimana harga switch yang terbilang mahal. Sebenarnya didalam switch itu sudah terdapat VLAN tetapi hanya ada 1 VLAN, anggaplah VLAN sebagai rumahnya sedangkan port fast ethernet sebagai orangnya.

·         Cara untuk melihat VLAN yang terdapat pada switch adalah dengan klik switch lalu masuk ke CLI dan ketikkan perintah “ show vlan brief “ pada mode priveleged, cara masuk ke mode priveleged ( ada pada postingan minggu lalu ), lihat gambar dibawah


Kita lihat disana terdapat VLAN 1 = default dan port Fa/ Fast Ethernet 0/1 – 0/24, kenapa tadi saat test ping PC1 yang berada pada port Fa 0/1 dan PC22 yang berada pada port Fa 0/22 bisa berhasil karena, port Fa 0/1 dan Fa 0/22 berada pada satu VLAN yang sama atau rumah yang sama sehingga masih bisa saling berhubungan. Agar didalam VLAN tersebut tidak terlalu banyak PC yang terhubung yang bisa menyebabkan bottleneck/ kemacetan arus data. Saya akan membuat beberapa VLAN, diantaranya adalah :

-          VLAN 10 = SISWA, terdiri dari 5 PC ( PC1 – PC5 )
-          VLAN 20 = GURU, terdiri dari 5 PC ( PC6 – PC10 )
-          VLAN 30 = TATA USAHA, terdiri dari 5 PC ( PC11 – PC15 )
-          VLAN 40 = KANTIN, terdiri dari 4 PC ( PC16 – PC19 )
-          VLAN 50 = SECURITY, terdiri dari 3 PC ( PC20 – PC22 )

·         Caranya ketikkan perintah seperti pada gambar dibawah ini


·         Lalu kita cek apakah VLAN sudah terbuat, dengan ketikkan perintah “ show vlan brief “, lihat gambar dibawah


VLAN 10 = SISWA sudah terbuat, sekarang tinggal buat VLAN yang lainnya. Caranya masih sama dengan yang tadi.

·         Jika VLAN sudah dibuat semuanya seperti pada gambar dibawah ini

               

                Nah, VLAN nya atau rumahnya sudah terbuat, sekarang tinggal masukkan orangnya atau port Fa nya.
·         Caranya, ketikkan perintah seperti pada gambar dibawah ini


Kita lihat, sekarang port Fa 0/1 sudah masuk kedalam VLAN 10 = SISWA, lanjutkan seperti langkah yang tadi hingga Fa 0/5, lihat gambar dibawah


Sekarang Fa 0/1 – Fa 0/5 sudah dalam satu VLAN, yaitu VLAN 10 = SISWA

·         Selanjutnya, masukkan Fa 0/6 – Fa 0/10 ke VLAN 20 = GURU, dengan cara ketikkan perintah seperti pada gambar dibawah


Kita lihat, sekarang port Fa 0/6 sudah masuk kedalam VLAN 20 = GURU, lanjutkan seperti langkah yang tadi hingga Fa 0/10, lihat gambar dibawah



Sekarang Fa 0/6 – Fa 0/10 sudah dalam satu VLAN, yaitu VLAN 20 = GURU

·         Selanjutnya, masukkan Fa 0/11 – Fa 0/15 ke VLAN 30 = TATA USAHA, dengan cara ketikkan perintah seperti pada gambar dibawah


Kita lihat, sekarang port Fa 0/11 sudah masuk kedalam VLAN 30 = TATA USAHA, lanjutkan seperti langkah yang tadi hingga Fa 0/15, lihat gambar dibawah


Sekarang Fa 0/11 – Fa 0/15 sudah dalam satu VLAN, yaitu VLAN 30 = TATA USAHA

·         Selanjutnya, masukkan Fa 0/16 – Fa 0/19 ke VLAN 40 = KANTIN, dengan cara ketikkan perintah seperti pada gambar dibawah




Kita lihat, sekarang port Fa 0/16 sudah masuk kedalam VLAN 40 = KANTIN, lanjutkan seperti langkah yang tadi hingga Fa 0/19, lihat gambar dibawah


Sekarang Fa 0/16 – Fa 0/19 sudah dalam satu VLAN, yaitu VLAN 40 = KANTIN

·         Selanjutnya, masukkan Fa 0/20 – Fa 0/22 ke VLAN 50 = SECURITY, dengan cara ketikkan perintah seperti pada gambar dibawah



Kita lihat, sekarang port Fa 0/20 sudah masuk kedalam VLAN 50 = SECURITY, lanjutkan seperti langkah yang tadi hingga Fa 0/22, lihat gambar dibawah


Sekarang Fa 0/20 – Fa 0/22 sudah dalam satu VLAN, yaitu VLAN 50 = SECURITY


·         Setelah semua VLAN selesai dibuat, sekarang kita cek apakah VLAN sudah bekerja. Caranya dengan test ping, saya akan test ping lagi dari PC1 ke PC22 yang sekarang telah berbeda VLAN, lihat hasilnya pada gambar dibawah ini

                
Ternyata hasilnya  setelah kita test ping dari PC1 ke PC22 yang sudah berbeda VLAN, tidak bisa terhubung. Berarti kita telah berhasil membuat VLAN.

·         Sekarang kita coba test ping dari PC2 ke PC5 yang berada dalam satu VLAN, dan hasilnya...


Dikarenakan PC2 dan PC5 berada pada satu VLAN, hasilnya saat kita test ping adalah “replay from...” berarti kedua PC tersebut saling terhubung.


KESIMPULAN

Sekarang kita tahu bagaimana membuat beberapa jaringan hanya dengan menggunakan 1 switch/ VLAN, fungsi dari VLAN itu sendiri adalah untuk mengsegmentasi LAN jadi, walaupun hanya dengan 1 switch tetapi, 1 switch itu bisa membuat beberapa LAN lagi sehingga mengurangi terjadinya tabrakan IP dan juga mengurangi terjadinya bottleneck/ kemacetan arus data. Fungsi dari VLAN juga adalah sebagai pengamanan privasi, misal VLAN 10 = SISWA tidak akan bisa mengakses VLAN 50 = SECURITY, begitu pula sebaliknya. Lalu, VLAN juga bisa menghemat biaya pembuatan jaringan, dimana harga switch yang terbilang mahal. Sebenarnya didalam switch itu sudah terdapat VLAN tetapi hanya ada 1 VLAN, anggaplah VLAN sebagai rumahnya sedangkan port fast ethernet sebagai orangnya.

DAFTAR PUSTAKA


                http://lindaisra5.blogspot.co.id