Selasa, 14 November 2017

Pengertian Bandwidth dan Kegunaannnya


A. Pengertian Bandwidth

Bandwidth adalah suatu nilai konsumsi transfer data yang dihitung dalam bit/detik atau yang biasanya di sebut dengan bit per second (bps), antara server dan client dalam waktu tertentu. Atau definisi bandwidth yaitu luas atau lebar cakupan frekwensi yang dipakai oleh sinyal dalam medium transmisi. Jadi dapat disimpulkan bandwidth yaitu kapasitas maksimum dari suatu jalur komunikasi yang dipakai untuk mentransfer data dalam hitungan detik. Fungsi bandwidth adalah untuk menghitung transaksi data.

Bandwidth komputer dalam jaringan komputer, bandwidth ini sering dipakai sebagai suatu sinonim untuk data transfer rate, ialah jumlah data yang bisa dibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (biasanya dalam hitungan detik). Bandwitdh pada jaringan komputer ini umumnya diukur dalam bits per second (bps).

B. Definisi bandwidth digital dan analog

Apa itu bandwidth digital dan analog? Dalam sebuah jaringan komputer bandwidth terbagi menjadi dua macam diantaranya bandwidth digital dan analog dan penjelasannya di bawah ini:
• Bandwidth digital yaitu volume ataupun jumlah suatu data (dalam satuan bps atau bit per second) yang bisa dikirimkan melalui sebuah saluran komunikasi tanpa adanya distorsi.
• Bandwidth analog yaitu merupakan suatu perbedaan antara frekuensi yang terendah dan frekuensi yang tertinggi dalam sebuah rentang frekuensi yang diukur dalam satuan Hertz (Hz) yang bisa menentukan banyaknya informasi atau data yang dapat ditransmisikan dalam suatu saat.

C. Kegunaan Bandwidth

Agar penggunaan bandwidth efektif, klien harus mengetahui kebutuhan layanan untuk dirinya, sehingga dapat menghitung total bandwidth yang dibutuhkan. Semakin besar bandwidth yang digunakan semakin besar pembayaran bulanan pada ISP.
Untuk lebih jelas, segera baca dua contoh Studi kasus dibawah ini.

Studi Kasus 1

Sebuah sekolah menengah kejuruan negeri di Malang memiliki jaringan komputer yang terdiri dari 2   ruang lab. Komputer yang terhubun untuk browsing (tidak digunakan untuk download). Hitung kebutuhan bandwidth secara ideal.

Analisa kebutuhan bandwidth Studi Kasus 1:

1. Penggunaan internet di sekolah banyak digunakan untuk layanan web atau browsing. Layanan web membutuhkan bandwidth minimal 128 Kbps.
2. Lab. Komputer 2 ruangan, masing masing 25 komputer. Total komputer adalah 25*2=50 komputer.
3. Kebutuhan bandwidth adalah 128 Kbps *50=64000 Kbps.

Catatan : kebutuhan 128 Kbps adalah gambaran umum untuk layanan akses web atau browsing. Jadi untuk melakukan analisa di kline yang menggunakan layanan lainnya harus melakukan analisa mendlam pada akses bandwidth layanan yang digunakan.

Studi Kasus 2

Sebuah perusahaan toko online mempunyai 7 karyawan yang terdiri dari (Customer service 2 orang, kasir 2 orang, online marketing 1 orang, packing 2 orang dan manager 1 orang). Berapa bandwidth yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut?
Analisa kebutuhan bandwidth Studi Kasus 2 :
1. Semua karyawan membutuhkan koneksi internet dengan service web kecuali bagian packing.
2. Jumlah komputer adalah  buah (2 komputer untuk custemer service, 1 komputer untuk kasir, 1 komputer marketing dan 1 komputer untuk manager).
3. Jika semua komputer digunakan untuk akses web, maka masing-masing komputer membutuhkan bandwidth sebesar 128 Kbps maka perhitungannya adalah. 5x128Kbps= 640 Kbps.

Saran studi kasus ke-2 :
1. Bandwidth yang dibutuhkan sebesar 640 Kbps. Sebagian besar provider internet tidak menyediakan layanan dengan bandwidth sebesar 640 Kbps. Biasanya ISP menawarkan bandwidth internet sebesar 384 Kbps, 512 Kbps, 1024 Kbps dan  seterusnya.
2. Kebutuhan bandwidth 640 Kbps. Perusahaan dapat berlangganan internet pada ISP seperti telkom denga layaan speedy dengan bandwidth 512 Kbps sebanyak 2 line atau 1 Mbps sebanyak 1 line.
3. Untuk mengantisipasi koneksi terputus, sebaknya perusahaan berlangganan koneksi internet paada 2 ISP yang berbeda. Berlangganan pada telkom dengan produknya speed bandwidth sebesar 512 Kbps dan berlangganan koneksi pada ISP lain sebesar 512 Kbps.
4. Saran nomor 3 lebih baik dari pada berlanggana bandwidth speedy pada telkom sebesar 512 Kbps sebanyak 2 line.

Perbedaan antara Bandwidth dan Data Transfer

Sangat mudah menemukan 2 istilah ini, Bandwidth dan Data Transfer, yang biasa digunakan dalam internet, khususnya pada paket – paket web hosting. Secara teknis, ada perbedaan mendasar pada dua istilah ini. Bandwidth adalah menunjukkan volume data yang dapat di transfer per unit waktu. Sedangkan Data Transfer adalah ukuran lalu lintas data dari website Anda. Lebih mudah kalau dikatakan bahwa bandwidth adalah rate dari data transfer.

Apabila bandwidth yang disediakan besar, maka website akan ter-load lebih cepat karena server mampu mentransfer data yang lebih besar tiap detiknya. Hal ini tidak membuat data transfer menjadi besar, karena jumlah dari data transfer tergantung pada jumlah pengunjung website dan ukuran file website Anda (termasuk gambar, audia, video dll). Makin besar angka pengunjung, makin besar jumlah data yang ditransfer dari website Anda maka makin besar pula data transfernya.

Yang mempengaruhi pemakaian bandwidth:
Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi pemakaian dari sebuah bandwidth, berikut ini adalah hal-hal yang mempengaruhi pemakaian bandwidth:

1. Tampilan Website
Ketika website anda di akses, maka bandwidth account anda akan berkurang sebesar halaman yang di load(dalam ukuran Byte). Website dengan banyak gambar dan video tentu akan lebih cepat menghabiskan bandwidth dibanding website yang menampilkan teks dan gambar.

2. Upload dan Download
Upload maupun Download file akan mengurangi bandwidth account Anda. Gunakan account anda dengan semaksimal mungkin, jika tidak diperlukan lebih baik mengurangi aktivitas upload/download.

3. POP3 dan SMTP
Penggunaan Email Client seperti outlook juga akan memakai bandwidth, baik itu mengirim email ataupun menerima. Attach file juga akan mengurangi lebih banyak bandwidth pada account Anda


Referensi :
http://www.pengertianku.net/2015/05/pengertian-bandwidth-dan-fungsinya.html
https://networkengineering13.wordpress.com/2017/11/03/tlj-pengertian-bandwidth-dan-kebutuhannya/
http://dita-smkalkaaffah.blogspot.co.id/2015/09/analisa-kebutuhan-bandwidth.html

www.webhostingterbaik.org blog.dhifoaksa.id
https://idcloudhost.com/pengertian-dan-fungsi-bandwidth/
http://master-ind99.blogspot.co.id/2016/10/pengertian-bandwidth.html


Kamis, 02 November 2017

Mengkonfigurasi Dynamic Routing ( OSPF )


TUJUAN

Dapat mengkonfigurasi dynamic routing dengan protokol OSPF

DASAR TEORI

OSPF (Open Shortest Path First) merupakan sebuah routing protokol berjenis IGRP (InteriorGateway Routing Protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal.




Untuk memulai semua aktivitas OSPF dalam menjalankan pertukaran informasi routing, hal pertama yang harus dilakukannya adalah membentuk sebuah komunikasi dengan para router lain. Router lain yang berhubungan langsung atau yang berada di dalam satu jaringan dengan router OSPF tersebut disebut dengan Neighbour Router atau Router Tetangga. Langkah pertama yang harus dilakukan sebuah router OSPF adalah harus membentuk hubungan dengan Neighbor Router.

Router OSPF mempunyai sebuah mekanisme untuk dapat menemukan router tetangganya dan dapat membuka hubungan. Mekanisme tersebut disebut dengan istilah Hello protocol. Dalam membentuk hubungan dengan tetangganya, router OSPF akan mengirimkan sebuah paket berukuran kecil secara periodik ke dalam jaringan atau ke sebuah perangkat yang terhubung langsung dengannya. Paket kecil tersebut dinamai dengan istilah Hello packet.

Pada kondisi standar, Hello packet dikirimkan berkala setiap 10 detik sekali (dalam media broadcast multiaccess) dan 30 detik sekali dalam media Point-to-Point. Hello packet berisikan informasi seputar pernak-pernik yang ada pada router pengirim. Hello packet pada umumnya dikirim dengan menggunakan multicast address untuk menuju ke semua router yang menjalankan OSPF (IP multicast 224.0.0.5). Semua router yang menjalankan OSPF pasti akan mendengarkan protocol hello ini dan juga akan mengirimkan hello packet-nya secara berkala. Cara kerja dari Hello protocol dan pembentukan neighbour router terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari jenis media di mana router OSPF berjalan.

OSPF memiliki 3 tabel di dalam router :

1.       Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database. Database ini berisi the lowest cost untuk mencapai router-router/network-network lainnya. Setiap router mempunyai Routing table yang berbeda-beda.
2.       Adjecency database, Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang berbeda-beda.
3.       Topological database, Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya.

Kelebihan dari OSPF sebagai berikut

·         Tidak menghasilkan routing loop
·         Mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
·         Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
·         Membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
·         Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
·         Kekurangan dari OSPF sebagai berikut :
·         Membutuhkan basis data yang besar
·         Lebih rumit

Kekurangan dari OSPF sebagai berikut :

·         Membutuhkan basis data yang besar
·         Lebih rumit




ALAT & BAHAN
·         Alat yang digunakan : 1 unit PC/Laptop
·         Bahan yang diperlukan : Software CISCO Packet Tracer

LANGKAH KERJA
·         Siapkan 1 unit PC/Laptop yang sudah terinstal aplikasi CISCO Packet Tracer.
·         Lalu jalankan aplikasinya.
·         Disini saya akan mengkonfigurasi dynamic routing OSPF, buat topologi seperti pada gambar dibawah ini


·         Lalu konfigurasi IP pada Router1, lihat gambar di bawah


Catatan :
# no shutdown : untuk mengaktifkan port yang ada di router.
# mengaktifkan port serial 2/0 saja, karena port yang digunakan pada router 1 hanya 1.
# IP loopback bisa disebut juga IP Logical atau IP Router itu sendiri. Fungsinya untuk
                   menandai router.

·         Lalu konfigurasi IP pada Router2, lihat gambar di bawah


Catatan :
# no shutdown : untuk mengaktifkan port yang ada di router.
# mengaktifkan port serial 2/0 dan serial 3/0.
# IP loopback bisa disebut juga IP Logical atau IP Router itu sendiri. Fungsinya untuk
                   menandai router.

·         Lalu konfigurasi IP pada Router3,lihat gambar di bawah



Catatan :
# no shutdown : untuk mengaktifkan port yang ada di router.
# mengaktifkan port serial 3/0 saja, karena port yang digunakan pada router 1 hanya 1.
# IP loopback bisa disebut juga IP Logical atau IP Router itu sendiri. Fungsinya untuk
                   menandai router.

·         Setelah di konfigurasi maka sekarang network id/ jalur network sudah tersedia


·         Sekarang tinggal daftarkan IP yang sudah dikonfigurasi dengan memasukan protokol routing, disini saya menggunakan protokol routing OSPF, lihat gambar di bawah




Catatan :

#  command “ router ospf 10 “ : merupakan command yang digunakan untuk mengkonfigurasi dynamic routing OSPF dan “ 10 “ merupakan kode

# 10.0.0.0 : merupakan network id dari IP 10.0.0.1 dan 10.0.0.2

# 20.0.0.0 : merupakan network id dari IP 20.0.0.1 dan 20.0.0.2

# 0.0.0.3 dan 0.0.0.0 : merupakan hasil dari rumus yang digunakan oleh protokol OSPF ( rumus : 255.255.255.255 – netmask asli yang digunakan ) saya menggunakan netmask aslinya 255.255.255.252 jadi 255.255.255.255 – 255.255.255.252 = 0.0.0.3

# area 0 : merupakan command yang digunakan protokol OSPF, karena OSPF bekerja pada berbagai area yang cocok digunakan untuk jaringan luas.

# R1, R2, R3 : merupakan singkatan dari Router1, Router2 dan Router3

·         Untuk mengecek apakah sudah berhasil, ketikkan perintah “ show ip route “ di privileged mode untuk melihat tabel routing


Catatan :

# Yang bertanda O, berarti konfigurasi sudah berhasil

# 2.2.2.2 [110/65] via 10.0.0.2
-          2.2.2.2 : merupakan destination/ tujuan
-          [110/65] : “ 110 “ merupakan AD ( Administrative Distance ) yaitu jauhnya source network menuju destination berdasarkan metric. “ 65 “ merupakan metric yang dihasilkan dengan rumus tertentu.
-          Via 10.0.0.2 : merupakan jalur yang dilalui, next-hop/ exit-interface


DAFTAR PUSTAKA
https://santekno.blogspot.co.id


Sabtu, 21 Oktober 2017

Mengkonfigurasi Static Routing


TUJUAN

Mengetahui cara mengkofigurasi static routing
Mengetahui apa itu routing

DASAR TEORI

Routing dari kata route yang artinya rute/ jalur. Jadi, routing adalah suatu proses mengirimkan paket dari satu network ke network lain / dari source ( sumber ) ke destination ( tujuan ). Nah, untuk mengirim data ke destination dibutuhkan yang namanya routing, dengan routing, data yang dikirim akan melewati jalur yang terbaik. Perangkat yang digunakan dalam routing adalah router.

Router menyaring (filter) lalu lintas data. Penyaringan dilakukan bukan dengan melihat alamat paket data, tetapi dengan menggunakan protokol tertentu. Router muncul untuk menangani perlunya membagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Kita akan menggunakan router ketika akan menghubungkan jaringan komputer ke jaringan lain, baik jaringan pribadi (LAN/WAN) atau jaringan publik (Internet).

Diperlukan adanya router untuk melakukan routing di dalam jaringan, dimana router membutuhkan informasi-informasi sebagai berikut:
• Alamat Tujuan/Destination Address

• Tujuan atau alamat item yang akan dirouting Mengenal sumber informasi

• Dari mana sumber (router lain) yang dapat dipelajari oleh router dan memberikan jalur sampai ke tujuan.

• Menemukan rute – Rute atau jalur mana yang mungkin diambil sampai ke tujuan. Pemilihan rute – Rute yang terbaik yang diambil untuk sampai ke tujuan.

• Menjaga informasi routing, Suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan yang sudah diketahui dan paling sering dilalui.

Analogi :

Misalkan kita berada pada persimpangan jalan, mungkin kita akan merasa bingung jika tidak ada petunjuk jalan, di setiap persimpangan jalan (router) seharusnya ada petunjuk jalan supaya orang tidak bingung dan tersesat. Untuk jalan yang rumit dan berputar-putar tidaklah cukup jika menggunakan static routing. Tentunya kita akan merasa bingung jika disetiap persimpangan kita harus bertanya pada orang apalagi kepada orang yang tidak tahu. Oleh karena itu disini diperlukan dynamic routing, analoginya seperti ada polisi yang membawa HP/ smartphone dan memberikan jalur mana saja yang bisa dilewati. Polisi akan selalu koordinasi beberapa kali sehari, agar jika ada jalan yang macet, ada tabrakan, ada pohon rubuh, polisi akan segera meng-update petunjuk jalan yang lain.

Untuk menuju ke destination/ tujuan dibutuhkan routing didalam routing itu ada yang namanya tabel routing. Tabel routing itu ada 2 cara konfigurasi, yaitu :

1. Static Routing (termasuk default routing ), mengkonfigurasi ( memasukan route ke tabel routing ) secara manual.

Dalam static routing, network administrator memasukkan route ke tabel routing secara manual untuk menuju ke spesific network. Konfigurasi harus diupdate secara manual setiap terjadi perubahan topologi.

• Static Routing mempunyai Administrative Distance (AD) 1 sehingga akan lebih dipilih daripada dynamic routing.

• Konfigurasi dan maintenance yang memakan waktu

• Tidak cocok untuk network skala besar.

• Untuk jaringan kecil yang tidak akan terjadi perubahan topologi secara signifikan

Default routing sebenarnya masuk dalam static routing. Biasa digunakan untuk routing ke internet. Pada tabel routing, default routing selalu berada paling bawah dan selalu menjadi last preferred (pilihan terakhir).

2. Dynamic Routing, mengkonfigurasi dengan protokol routing


Dynamic router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.

Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan yang sama maka perlu digunakan dynamic routing. Sebuah  dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh protokol routing. Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute  backup  bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.

Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Pemeliharaan jalur dilakukan berdasarkan pada jarak terpendek antara device pengirim dan device tujuan.

• Kelebihan menggunakan Routing static

Meringankan kinerja processor router tidak ada bandwidth yang digunakan untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket.

Routing statis lebih aman dibandingkan routing dinamis, Routing Statis kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffic.

• Kekurangan Menggunakan routing static

Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan

hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil

Admisnistrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual rentan terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan secara manual.

• Kelebihan dynamic routing

Cocok untuk area besar/luasHanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya.

Bila terjadi penambahan suatu network baru tidak perlu semua router dikonfigurasi, hanya router yang berkaitan sajaRouter secara otomatis berbagi informasi

Routing table dibuat secara dinamikTidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada

Administrator tidak ikut campur tangan.

• Kekurangan dynamic routing

Beban kerja router menjadi lebih berat karena selalu memperbarui IP Table pada setiap waktu tertentu

Kecepatan pengenalan dan kelengkapan IP Table terbilang lama karena router membroadcast ke semua router lainnya sampai ada yang cocok sehingga setelah konfigurasi harus menunggu beberapa saat agar setiap router mendapat semua alamat IP yang ada.

ALAT & BAHAN

• Alat yang digunakan : 1 unit PC/Laptop
• Bahan yang diperlukan : Software CISCO Packet Tracer

LANGKAH KERJA

• Siapkan 1 unit PC/Laptop yang sudah terinstal aplikasi CISCO Packet Tracer.
• Lalu jalankan aplikasinya.
• Disini saya akan mengkonfigurasi static routing, buat topologi seperti pada gambar dibawah ini



Pilih router generic

Gunakan kabel serial

• Lalu konfigurasi IP di router yang pertama ( router yang pertama, yang paling kiri )



Catatan :

# IP address router 1 port serial 2/0 : 10.0.0.1 subnet : 255.255.255.252 ( karena disini user yang diperlukan hanya sedikit )
# no shutdown : untuk mengaktifkan port yang ada di router.
# mengaktifkan port serial 2/0 saja, karena port yang digunakan pada router 1 hanya 1.

• Lalu konfigurasi router yang kedua ( router yang di tengah )



Catatan :

# IP address router 2 port serial 2/0 : 10.0.0.2 subnet : 255.255.255.252
# IP address router 2 port serial 3/0 : 11.0.0.2 subnet : 255.255.255.252
# mengaktifkan port serial 2/0 dan 3/0.


• Lalu konfigurasi juga router 3 ( yang paling kanan )



Catatan :

# IP address router 3 port serial 3/0 : 11.0.0.1 subnet : 255.255.255.252

• Setelah di konfigurasi maka sekarang network id/ jalur network sudah tersedia



• Sekarang atur table routing nya, lihat gambar dibawah



Catatan :

# konfigurasi di router 1 ( paling kiri )
# ip route 11.0.0.0 255.255.255.252 10.0.0.2
   11.0.0.0 : merupakan tujuan
   10.0.0.2 : merupakan jalur/ rute yang dilewati


• Lakukan hal yang sama terhadap router 3 ( yang paling kanan ) seperti router 1




Catatan :

# konfigurasi di router 1 ( paling kiri )
# ip route 10.0.0.0 255.255.255.252 11.0.0.2
   10.0.0.0 : merupakan tujuan
   11.0.0.2 : merupakan jalur/ rute yang digunakan

• Setelah itu kita coba kirim pesan dari router 1 ke router 3





Hasilnya berhasil mengirimkan pesan dari router 1 ( Router4 ) ke router 3 ( Router6 )



“ Contoh diatas merupakan contoh paling sederhana dari routing khususnya static routing, oleh teman – teman bisa lebih dikembangkan lagi “

*Sekian pembahasan kali ini, mohon maaf apabila ada kesalahan penggunaan kata.






Rabu, 11 Oktober 2017

Cara Instal WEB IIS ( Internet Information Services ) dan FTP ( File Transfer Protocol ) di Windows Server 2008


ALAT & BAHAN

·         Alat yang digunakan : 1 unit PC/Laptop
·         Bahan yang diperlukan : - Software VirtualBox

LANGKAH KERJA

Disini saya akan mencoba Instal WEB IIS dan FTP  di Windows Server 2008

·         Siapkan 1 unit PC/Laptop yang sudah terinstal aplikasi VirtualBox dan terinstal windows server 2008 serta windows 7 ( saya disini menggunakan windows 7 ) sebagai client.
·         Lalu jalankan keduanya.
·         Buka win server, dan buka server manager


·         Lalu buka add roles


·         Pilih WEB Server ISS, lalu klik next




·         Klik next


·         Pillih lagi FTP Server, lalu next

   
·         Lalu instal dan tunggu hingga selesai





·         Setelah itu, kita coba buka internet explorer lalu ketikkan “ localhost “



                WEB IIS sudah berhasil diinstall

·         Apabila ingin melihatnya di client, tinggal ketikkan domain di browser nya,



                Sudah berhasil, apabila ingin di ubah tampilan web nya, langkahnya :

·         Buka IIS Manager


·         Expand, lalu klik kanan default web nya pilih explore




·         Hapus kedua file itu, ganti dengan file yang akan kita buat



·         Isi text document itu dengan codingan html



                Lalu save..





·         Kita coba ketikkan localhost lagi,


                Berhasil, satu lagi di client


                WEB IIS sudah berhasil, sekarang FTP Server,

·         Kita buka IIS Manager 6.0


·         Expand, klik kanan pilih default ftp site > properties




·         Masukkan user name dan password yang sesuai dengan client







·         Jangan lupa setting messages nya,


·         Samakan settingannya

  
·         Setelah itu kita setting permissionnya


·         Pilih edit




·         Pilih add


·         Masukkan user



·         Lalu setting, lihat gambar dibawah



  
·         Setelah itu, nyalakan ftp nya, dengan klilk start


·         Kita uji coba dulu, saya uji coba nya dengan mengupload file dari client ke server dengan perintah “ put “ ( "get" perintah untuk mendownload ), pertama saya buat file dd.txt di C > Users > sokajaisi


·         Buka cmd, lalu masukkan perintah seperti pada gambar dibawah ini




Catatan : mramdhan.smkn13bdg itu domain saya, jadi “ ftp nama domain “
                                put = upload, get = dowload

·         Ternyata file yang asalnya di client sekarang sudah ada di server



WEB IIS dan FTP Server sudah berhasil diinstal dan dapat dikonfigurasi dengan baik.