Sabtu, 23 September 2017

Studi Kasus Trunking LAN Dengan 3 Switch di CISCO Packet Tracer


TUJUAN

Memahami konsep trunking dengan 3 Switch

DASAR TEORI

Dalam istilah komunikasi, trunk atau trunking adalah konsep dimana sistem komunikasi dapat menyediakan akses jaringan untuk banyak klien dengan berbagi satu set garis (peraturan) atau frekuensi, bukan memberikannya secara individual. Dari pengertian di atas, jika dihubungkan dengan konsep jaringan komputer, maka trunk dapat dikatakan sebagai konsep pembagian akses antar jaringan  dengan menggunakan perangkat jaringan, yang dalam hal ini adalah switch dan menggunakan suatu set peraturan yang ditetapkan dimana tidak sembarang komponen dapat mengakses komponen lain dalam jaringan lain. Lebih simple-nya, konsep trunk membatasi akses antara satu jaringan dengan jaringan lainnya.
Konsep Trunk

Jika suatu port pada switch di set ke switchport mode access, maka port tersebut hanya akan bisa dilewati oleh 1 VLAN, yaitu VLAN yang di assign ke port tersebut karena tidak mungkin satu port dengan mode access di assign ke lebih dari 1 VLAN. 

Jika jumlah port pada switch sudah tidak mencukupi untuk jumlah PC, maka mau tidak mau anda harus menambah switch baru untuk tambahan port. Lalu bagaimana jika switch-switch yang akan anda hubungkan itu masing-masing berisi lebih dari 1 VLAN? sementara dengan port mode access hanya bisa membawa 1 VLAN? Nah, disini lah anda membutuhkan Trunk.

Dalam VLAN trunking ada beberapa poin yang harus diperhatikan :
- Port mode
- Trunk Encapsulation
- Native VLAN

Switch Port Mode

Berikut mode-mode port pada layer 2 switching :

- Mode access.
Port dengan mode ini hanya akan bisa membawa 1 VLAN. Itulah mengapa mode ini biasanya hanya di set di port switch yang terhubung ke Endpoint (PC, Server , dll). Port mode access bisa saja di gunakan untuk menghubungkan switch ke switch lain jika port tersebut memang benar-benar hanya digunakan untuk membawa 1 VLAN.

- Mode Trunk.
Port switch pada mode trunk bisa untuk membawa banyak VLAN. Port mode ini akan menjadi trunk jika port pada switch lawan di set ke mode trunk atau Dynamic Trunking Protocol.
Mode trunk akan membuat port switch menjadi trunk port secara permanen dan akan memaksa port switch lawan nya untuk membentuk trunk link.

Dynamic Trunking Protocol (DTP)
Untuk negosiasi pembentukan trunk port secara dinamis, bisa menggunakan DTP (Dynamic Trunking Protocol) yang akan secara dinamik mengirimkan atau hanya menerima DTP advertisement.
DTP merupakan protokol Cisco proprietary artinya protokol ini di kembangkan oleh Cisco dan hanya bisa digunakan di switch Cisco.
Berikut adalah port mode pada DTP :
- Mode Dynamic Auto.
Ini adalah mode default untuk port switch Cisco. Port mode ini bersifat passive dalam negosiasi trunk, artinya port ini hanya akan memerima DTP advertisement dari port switch lawannya.
Port ini akan menjadi trunk hanya jika port switch lawan nya adalah mode Trunk atau Dynamic Desirable.

- Mode Dynamic Desirable.
Mode ini adalah kebalikan dari mode dynamic auto, jika pada dynamic auto bersifat passive dalam negosiasi trunk, maka mode dynamic desirable adalah bersifat active. Port mode ini akan secara aktif mengirimkan DTP advertisement ke port switch lawannya.
Port ini akan menjadi trunk port hanya jika port lawan nya adalah dynamic auto, trunk, atau dynamic desirable itu sendiri.

Pada kenyataannya, menggunakan DTP untuk negosiasi trunk port akan berdampak pada masalah network security karena jika ada switch asing yang terkoneksi ke switch di jaringan internal anda maka switch asing tersebut bisa membentuk trunk port dengan switch anda dan bisa mengakes semua VLAN di jaringan anda, tentu hal ini akan menjadi masalah security. Untuk mengatasi hal tersebut anda bisa nonaktifkan DTP secara total dengan menggunakan Switchport Nonegotiate yang kompatibel dengan mode trunk dan mode access.

Port nonegotiate ini akan mengabaikan DTP advertisement, jadi untuk membentuk trunk di port ini maka interface pada swtich lawan juga harus di set ke mode trunk secara manual.
Trunk Encapsulation.
Perhatikan ethernet frame berikut :



Gambar di atas merupakan isi dari ethernet frame pada ethernet switching (Layer 2) traffic.
Trunk beroperasi pada layer 2 switching, sementara di ethernet frame tersebut tidak ada field untuk VLAN. Jika ada traffic yang masuk ke sebuah switch dan akan dilewatkan ke trunk port, lalu bagaimana switch ini mengetahui traffic tersebut milik VLAN mana?sementara pada ethernet frame tidak field VLAN?

Maka dari itu di perlukan yang namanya trunk encapsulation. Ada 2 trunk encapsulation yang digunakan di swtich Cisco yaitu ISL (Cisco Propriatery) dan IEEE 802.1q (open standard). Trunk encapsulation default pada switch Cisco adalah 802.1q. ISL hanya support di beberapa switch Cisco dan ISL sudah sangat jarang digunakan lagi, oleh karena itu kita hanya akan membahas 802.1q




Pada gambar di atas, terlihat bahwa ethernet frame di modifikasi dengan menyisipkan field "Tag" yang berisi VLAN ID. Anggap saja misalnya port pada switch di set ke mode access untuk VLAN 10, maka semua packet yang datang dari PC yang masuk ke port tersebut akan di tag dengan VLAN 10. Dari sini lah switch akan tahu dari VLAN mana packet tersebut berasal.

CATATAN :

- Pada access port, semua frame nya adalah untagged. Artinya tidak akan ada penambahan VLAN tag pada ethernet frame jika masuk dan keluar melalui port ini. Hal ini dikarenakan jika ethernet frame masuk dan keluar melalui port di switch yang kedua-duanya adalah access port ,yang pastinya kedua port tersebut di assign ke vlan yang sama, maka switch tidak perlu tahu ethernet frame tersebut datang dari VLAN berapa. Dalam VLAN trunking, hal ini dikenal sebagai untagged frames atau untagged VLAN.

- Pada trunk port, frame nya adalah tagged. Artinya akan ada penambahan VLAN tag pada ethernet frame jika keluar melalui port ini. Hal ini dikarenakan pada umumnya trunk port di switch terhubung ke perangkat layer 3 (router, firewall, dll), yang dimana port pada router tersebut menggunakan sub-interface yang berisi informasi tag vlan, jadi ethernet frame yang keluar lewat trunk port di switch dan mengarah ke router akan di tag agar router tahu traffic tersebut datang dari VLAN berapa. Dalam VLAN trunking, hal ini dikenal sebagai tagged frames atau tagged VLAN.

Native VLAN.
Pada trunk port, memang semua traffic yang lewat adalah tagged frames. Namun agar trunk port dapat beroperasi, harus ada 1 VLAN yang digunakan untuk memproses untagged frames yang masuk ke trunk port. Nah, untagged frames inilah yang merupakan untagged VLAN pada trunk port yang disebut dengan Native VLAN.
Untagged frames ini biasanya berasal dari hub yang dimana traffic nya tidak di tagged sebelum masuk ke trunk port di switch. Begitu masuk ke trunk port, switch akan tag traffic tersebut sebagai native VLAN.
Suatu trunk link hanya bisa mempunyai 1 native VLAN. VLAN ID yang akan dijadikan native VLAN ini harus sama pada kedua port switch yang akan membentuk trunk. Jika berbeda, maka untagged frames tidak akan bisa di forward melewati trunk link.


ALAT & BAHAN
·         Alat yang digunakan : 1 unit PC/Laptop
·         Bahan yang diperlukan : Software CISCO Packet Tracer
LANGKAH KERJA
Disini saya akan mengkonfigurasi trunk dengan 3 switch, langkah – langkahnya :
·         Siapkan 1 unit PC/Laptop yang sudah terinstal aplikasi CISCO Packet Tracer.
·         Lalu jalankan aplikasinya.
·         Susunan topologi dan ketentuannya, seperti pada gambar dibawah ini

·         Cara membuat VLAN, mungkin bisa lihat postingan sebelumnya : Studi Kasus Virtual Local Area Network ( VLAN ) dengan 5 Segmen di CISCO Packet Tracer

Sebelum mengkonfigurasi trunk nya, buat VLAN terlebih dahulu di 3 switch itu, lihat gambar dibawah


                         Gambar diatas merupakan daftar VLAN di Switch 1


                        Gambar diatas merupakan daftar VLAN di Switch 2


            Gambar diatas merupakan daftar VLAN di Switch 3

·         Setelah itu, test ping antara PC0 dan PC3 ( yang berada di switch yang berbeda) atau antara sesama VLAN


Kalau disitu muncul bacaan “ Request Timed Out “ berarti kita sudah berhasil membuat VLAN.

Agar sesama VLAN tersebut bisa terhubung kita harus menggunkan mode trunk, langkah selanjutnya :
·         Konfigurasi port gigabitEthernet di switch 1 dengan mode dynamic desirable, lihat gambar dibawah

  • Lalu konfigurasi juga port gigabitEthernet di switch 2 dan 3 dengan mode dynamic auto, kenapa dynamic auto ? karena tadi di switch 1 konfigurasinya mode dynamic desirable otomatis switch 2 dan 3 harus mode dynamic auto ( boleh juga sebaliknya ), karena bila mode dynamic desirable dan mode dynamic auto dihubungkan akan menjadi mode trunk secara otomatis, lebih jelasnya lihat gambar dibawah



Ingat tadi port yang digunakan di switch 2 adalah gigabitEthernet 0/1, jadi hanya port itu saja yang di konfigurasi

Ingat tadi port yang digunakan di switch 3 adalah gigabitEthernet 0/2, jadi hanya port itu saja yang di konfigurasi

Ketika di cek apakah benar akan menjadi mode trunk, dan ternyata benar. Lihat gambar dibawah



                                     Gambar diatas merupakan hasil pengecekan di switch 1       


                                     Gambar diatas merupakan hasil pengecekan di switch 2


                  Gambar diatas merupakan hasil pengecekan di switch 3

·         Setelah itu, saya sekarang akan mengkonfigurasi hak akses trunk nya, karena sebelum di konfigurasi trunk itu akan mengakses semua VLAN, lihat gambar dibawah


Disitu tertulis Vlan allowed on trunk 1-1005, berarti trunk memberikan hak akses ke semua VLAN, agar hanya VLAN 10,20 dan 30 saja yang diberi akses, maka ketikkan perintah seperti pada gambar dibawah


Setelah kita cek lagi, dengan mengetikkan perintah seperti pada gambar dibawah


·         Lakukan hal yang sama terhadap switch 2 dan 3





                             Diatas merupakan konfigurasi pada switch 2




                     Diatas merupakan konfigurasi pada switch 2

·         Setelah itu, test ping kembali antara PC0 dan PC3 ( yang berada di switch yang berbeda) atau antara sesama VLAN


Apabila test ping kedua muncul bacaan “ Reply from........” maka konfigurasi sudah berhasil, sekarang antara sesama VLAN sudah bisa saling terhubung.


KESIMPULAN

Trunk dapat dikatakan sebagai konsep pembagian akses antar jaringan  dengan menggunakan perangkat jaringan, yang dalam hal ini adalah switch dan menggunakan suatu set peraturan yang ditetapkan dimana tidak sembarang komponen dapat mengakses komponen lain dalam jaringan lain. Lebih simple-nya, konsep trunk membatasi akses antara satu jaringan dengan jaringan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
   http://junisco.blogspot.co.id
           
                        Kalian juga bisa lihat videonya, supaya lebih jelas lagi.

                        Studi Kasus Trunking LAN Dengan 3 Switch di CISCO Packet Tracer - Youtube




Rabu, 13 September 2017

Latihan Soal

NAMA  : MUHAMMAD RAMDHAN
KELAS : XI TKJ 1

SOAL MATA PELAJARAN ADMINISTRASI INFRASTRUKTUR JARINGAN

1.       Apa yang dimaksud dengan VLAN….
a.       Sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang di konfigurasikan ( menggunakan perangkat lunak pengelolaan ) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda.
b.      Satu perangkat pada satu LAN atau lebih yang di konfigurasikan ( menggunakan perangkat lunak pengelolaan ) sehingga tidak dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama.
c.       Salah satu perangkat jaringan
d.      Salah satu jenis komunikasi secara tidak langsung
e.      Salah satu jenis komunikasi secara langsung
Jawaban : A
2.       Apa kepanjangan dari VLAN….
a.       Verify Local Area Network
b.      Virtual Location Area Network
c.       Virtual Local Area Network
d.      Verify Location Area Network
e.      Verify Location Administration Network
Jawaban : C
3.       Keuntungan penggunaan VLAN adalah….
a.       Biaya membuat jaringan menjadi lebih mahal
b.      Sering terjadinya Collision IP/ tabrakan IP
c.       Manajemen jaringan menjadi lebih sulit
d.      Keamanan data tidak terjamin
e.      VLAN menggabungkan para pengguna jaringan dan peralatan jaringan untuk mendukung perusahaan dan menangani permasalahan kondisi geografis.
Jawaban : E
4.       Prinsip utama sebuah LAN adalah…
a.       Semua device/perangkat yang berada pada satu LAN berarti berada pada broadcast domain yang berbeda
b.      Semua device/perangkat yang berada pada satu LAN berarti berada pada satu broadcast domain.
c.       Beberapa device/perangkat yang berada pada satu LAN berarti berada pada satu broadcast domain
d.      Berberapa device/perangkat yang berada pada satu LAN berarti berada pada broadcast domain yang berbeda
e.      Semua device/perangkat yang berada pada satu LAN berarti berada pada banyak broadcast domain
Jawaban : B
5.       Switch termasuk pada salah satu perangkat jaringan yang bekerja pada layer…. dari model OSI.
a.       3
b.      4
c.       7
d.      2
e.      5
Jawaban : D
6.       Berikut ini merupakan kelebihan dari switch, kecuali….
a.       Dapat menentukan alamat tujuan dan sumber paket
b.      Dapat meneruskan paket data dengan cepat dan tepat
c.       Dapat menghubungkan 2 IP yang berbeda
d.      Dapat memeriksa dan menganalisa paket-paket data yang diterima sebelum diteruskan ke alamat tujuan
e.      Lebih baik dari pada HUB
Jawaban : C
7.       Berikut Salah satu Jenis Mode Konfigurasi Switch, adalah….
a.       Priveledge mode
b.      User internet mode
c.       telnet mode
d.      password mode
e.      Graphical mode
Jawaban : A
8.       Perintah untuk menampilkan configurasi yang sedang berjalan adalah….
a.       Show running-terminal
b.      Show running-config
c.       Show clock
d.      Show vlan brief
e.      Show interface trunk
Jawaban : B
9.       Di switch terdapat mode yang digunakan untuk menghubingkan 2 switch yang berbeda, yaitu mode….
a.       Trunk
b.      Access
c.       Switchport
d.      Dynamic desirable
e.      Dynamic auto

Jawaban : A
10.   Trunk adalah…
a.       Salah satu jenis komunikasi secara tidak langsunhg
b.      Salah satu jenis komunikasi secara langsung
c.       Salah satu perangkat jaringan
d.      Menyediakan akses jaringan untuk banyak klien dengan berbagi satu set ( peraturan )
e.      Menyediakan protocol jaringan

Jawaban : D
11.   Jenis – Jenis jaringan berdasarkan topologi terbagi menjadi 3 yaitu….
a.       Topologi Bus, Topologi Ring dan Topologi Star
b.      Topologi Mesh, Topologi Dun dan Topologi Star
c.       Topologi Lan, Topologi Man dan Topologi Wan
d.      Topologi DSL, Topologi XDSL dan Topologi ADSL
e.      Topologi Dun, Topologi Ring dan Topologi Star

Jawaban : A
12.   LAN adalah salahsatu jenis jaringan berdasarkan….
a.       Arsitektur
b.      Topologi
c.       Skala
d.      Protokol
e.      Koneksi

Jawaban : C
13.   Berikut adalah jenis – jenis jaringan berdasarkan skala adalah….
a.       Local Area Network ( LAN )
b.      Metropolitan Area Network ( MAN )
c.       Wide Area Nertwork ( WAN )
d.      Internetwork ( Internet )
e.      Ethernet

Jawaban : E
14.   Apa itu Allowed VLAN….
a.       Merupakan suatu mode yang terdapat pada router
b.      Merupakan mode yang ada pada switch untuk memberikan akses VLAN
c.       Merupakan salah satu protocol jaringan
d.      Merupakan salah satu perangkat jaringan
e.      Semua benar

Jawaban : B
15.   Aplikasi untuk membuat simulasi jaringan adalah…..
a.       Adobe Flash Player
b.      Adobe Premier Pro
c.       Camtasia
d.      Cisco Packet Tracer
e.      Camtasia

Jawaban : D
16.   Berikut adalah menu yang tidak ada dalam toolbar umum cisco packet tracer…
a.       Select
b.      Realtime/Simulation
c.       Place note
d.      Delete
e.      Draw a polygon

Jawaban : B
17.   Kepanjangan dari OSI dalam OSI LAYER adalah…..
a.       Operation System Interconnection
b.      Opening System Internet
c.       Open System Interconnection
d.      Operation Source Interconnection
e.      Operation System Include

Jawaban : C
18.   Layer pada OSI Layer dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu…
a.       Network suppot layer, User interface, dan transport support
b.      Network suppot layer, Transport layer, dan User support layer
c.       TCP, IP, dan DNS
d.      User Interface layer, Transport layer, dan Internet support layer
e.      Network, Transport, dan Datalink

Jawaban : A
19.   Berikut adalah Layer – Layer pada OSI LAYER, Kecuali……
a.       Presentation Layer
b.      Network Layer
c.       Transport Layer
d.      User Layer
e.      Physical Layer

Jawaban : D
20.   Menterjemahkan data agar bahasa yang digunakan sama dengan bahasa yang digunakan oleh jaringan, merupakan fungsi dari layer…..
a.       Presentation Layer
b.      Network Layer
c.       Transport Layer
d.      DataLink Layer
e.      Physical Layer


Jawaban : A